Generasi muda milenial saat sekarang ini cenderung lebih memilih desain minimalis untuk sebuah hunian. Hal ini dikarenakan konsep minimalis dianggap paling sesuai dengan prinsip pola hidup masa kini yang cenderung lebih praktis dan efektif. Salah satu perbedaan dengan generasi sebelumnya, terdapat pergeseran kebutuhan pada penataan hunian milenial. 7 Ciri Desain Rumah Untuk Milenial menjadi pilihan guna menyesuaikan karakter milenial yang terus dituntut untuk menjalani pola hidup masa kini yang praktis, efektif, dan serba multitasking.

Selain menjadi interior impian, konsep “minimalis” ternyata mempunyai makna yang sangat luas bagi milenial. Prinsip minimalis telah ada pada kehidupan sehari-hari mereka. Dapat dikatakan, gaya hidup minimalis merupakan gaya hidup milenial itu sendiri.

Generasi rentang umur 26-35 tahun ini cenderung memiliki anggapan bahwa bukan hanya huniannya yang penting, tapi juga fasilitas yang diberikan hunian tersebut. Melihat tren tersebut, para pengamat dan pengembang properti pun menyimpulkan beberapa ciri dari rumah minimalis idaman generasi milenial.

Berikut ini Ciri-ciri Desain Rumah Untuk Milenial yang paling dicari:

desain-rumah-untuk-milenial

desain-rumah-untuk-milenial

1. Bergaya minimalis

Berbeda dengan generasi pendahulunya generasi X, generasi Y memilih gaya yang berbeda dalam menentukan hunian mereka. Alih-alih mencari hunian yang luas dan bergaya mewah, generasi Y atau Generasi millennial lebih memilih rumah dengan desain minimalis modern. Terkadang dengan sentuhan natural agar terkesan asri.Semua serba minimalis, dari mulai luas tanah dan luas bangunan, tata letak dan ornament serta aksesoris juga dipilih serba minimalis namun fungsional. Dikarenakan anak-anak millennial lebih menyukai hal-hal yang ringkas dan praktis

2. Berkonsep open space

Konsep rumah open space atau ruang terbuka, atau biasa juga disebut open floor, sempat menjadi trend dan banyak diadaptasi pada banyak model hunian kontemporer. Konsep desain dan arsitektur seperti ini juga sangat lazim digunakan di rumah-rumah berukuran kecil dan minimalis.Itu sebabnya konsep rumah seperti ini banyak dipilih oleh kalangan millennial.
Bagi anda yang menginginkan suasana lebih rileks dan dapat meningkatkan interaksi di antara sesama penghuni maka konsep ruang terbuka sangat pas dan tepat untuk anda. Kesan luas akan lebih terasa dengan rumah berkonsep open space ini. Itu dikarenakan rumah dengan konsep desain open space sangat minim sekat. Namun demikian, ada sejumlah hal yang harus dikorbankan dengan memutuskan menggunakan konsep ini. Salah satunya adalah privasi.

3. Ada ruang untuk kerja

Generasi millennial erat dengan dunia digital. Sebagian mereka juga bekerja dengan media digital yang bisa dikerjakan di mana saja. Work from home (bekerja dari rumah) adalah kebiasaan yang sudah biasa dilakukan kaum millennial atau generasi Y. Tidak hanya di masa pandemic, dimasa masa aman pun mereka sudah terbiasa bekerja jarak jauh dengan media internet.

Tidak heran jika mereka terkadang melakukan pekerjaan proyek di luar kota atau di luar negeri hanya dengan mengerjakannya dari ruang kerja yang ada di rumah saja.
Memang generasi millennial ini tergolong unik. Maka untuk mengimbangi keunikan mereka ini, seorang desainer dan arsitek juga perlu menyesuaikan sebuah desain rancang bangun yang sesuai dengan kehidupan dan kebiasaan generasi Y ini.

Artikel Terkait:

4. Minim furniture tetapi fungsional

Dikarenakan desain rumah untuk milenial erat dengan desain minimalis dan berukuran relatif kecil, mengurangi jumlah perabotan rumah tangga adalah hal yang harus. Hal ini dimaksudkan agar rumah tetap terasa lega dan nyaman. Penghuni harus bisa memilih furniture yang sesuai dengan desain rumah. Smart furniture sangat cocok dipilih untuk konsep desain rumah minimalis millennial. Disamping bentuknya yang praktis, smart furniture juga bisa memiliki fungsi ganda. Misalkan meja kerja yang menyatu dengan tempat tidur. Atau tempat tidur yang menyatu dengan lemari pakaian. Kolong anak tangga juga bisa dimanfaatkan sebagai penempatan perabot praktis berupa rak-rak fungsional.

Dengan demikian, kamu millennial bisa menghemat uang karena tidak perlu membeli banyak perabotan rumah tangga. Perabot rumah tangga secukupnya sesuai fungsi sudah memadai untuk hidup keluarga millennial.

5. Rooftop garden untuk tempat bersantai keluarga

desai-rumah-untuk-milenial-rooftop

ALIF PREMIERE | Desain Rooftop Rumah Minimalis

Bagi generasi millennial yang tinggal di daerah perkotaan, sulit rasanya untuk membangun lingkungan hijau di rumah. Bangunan rumah yang sempit tidak memungkinkan untuk membangun halaman atau kebun kecil di rumah. Rooftop garden merupakan solusi tepat untuk menciptakan hunian yang asri dan sejuk. Sebenarnya, konsepnya sama dengan memiliki pekarangan rumah. Namun, penempatannya hanya diletakkan pada atap rumah, bukan di sekelilingnya.

Rooftop ditata dengan sedemikian rupa untuk menimbulkan suasana yang harmonis. di antara taman-taman kecil di atap rumah bisa ditempatkan sebuah ruang terbuka untuk bersantai bersama keluarga. Adanya rooftop garden juga bisa digunakan untuk bersantai sendiri sambal menghadirkan ispirasi.
Satu hal yang paling penting saat menata rooftop garden adalah dengan memilih view yang tepat. Karena pemandangan yang tepat akan sangat berpengaruh pada kondisi jiwa orang yang memandangnya.

6. Jendela-jendela lebar

Meski penggunaan jendela besar identik dengan hunian khas tempo dahulu atau rumah klasik, bukan berarti rumah modern minimalis generasi millennial tidak bisa mengaplikasikan tipe jendela seperti ini. Dan untuk anda Anda yang ingin mempercantik hunian juga bisa menggunakan tipe jendela besar. Saat ini sudah banyak rumah modern yang menggunakan tipe jendela serupa dengan bentuk yang lebih simpel namun tetap elegan.

Penggunaan jendela besar pada rumah modern biasanya berupa kaca-kaca besar dan memanjang dengan ukuran vertikal.Kaca-kaca ini biasanya digunakan pada ruangan tertentu yang langsung tertuju pada halaman atau ruang terbuka dengan view yang indah.
Sentuhan jendela besar ini tak hanya indah, namun juga memaksimalkan pencahayaan alami pada ruangan.Rumah minimalis dengan penerapan jendela besar akan menimbulkan kesan mewah dan ruangan akan tampak lebih luas.

7. Rumah Berkonsep smart home

desain-rumah-untuk-milenial

desain-smart-home-untuk-rumah-milenial

Smart home system merupakan sistem rumah otomatis yang memungkinkan Anda untuk mengontrol banyak aspek hunian melalui sebuah alat seperti device anda. Aspek hunian yang bisa diatur melalui smart home technology banyak memiliki banyak variasi. Mulai dari sekedar mengatur cahaya, suhu ruangan, fasilitas hiburan dan berbagai perabot rumah lainnya. Smart home system juga termasuk mengelola aspek keamanan seperti sistem pengaturan alarm.

Dengan teknologi mutakhir ini, keamanan dan kenyamanan hunian Anda menjadi sangat mudah diakses melalui gawai yang berada dalam genggaman. Pusat pengaturan smart home system umumnya berupa user interface (UI) atau antar muka pengguna.Ini dapat berupa gawai yang menempel pada dinding, atau UI pada perangkat komputer, baik itu dalam bentuk komputer desktop, tablet, situs web, atau aplikasi pada ponsel pintar. Hal ini sesui dengan kebutuhan kaum millennial yang sangat dinamis.

Salah satu proyek perumahan yang menggunakan system smart home technology adalah Gardenia Village Cibubur, di mana cluster Gardenia Village ini menerapkan desain rumah milenial seperti Smart home technology, yang diaplikasikan berupa Smart Door, Smart Lamp, smart Alarm dan Smart Connection. Untuk lebih detail tentang GARDENIA VILLAGE CIBUBUR anda bisa KLIK LINK BERIKUT INI.

Artikel Terkait:

Intinya, generasi millennial adalah generasi dinamis yang aktif dan dinamis. Sehingga dalam memilih konsep hunian, maka perlu konsep yang mampu mendukung kegiatan dan kenyamanan mereka.